Polda Jambi Mulai Tertibkan Angkutan Batu bara, Tidak Pakai BH, Sopir Truk Dilarang Operasi

Polda Jambi Mulai Tertibkan Angkutan Batu bara, Tidak Pakai BH, Sopir Truk Dilarang Operasi

Polda Jambi Mulai Tertibkan Angkutan Batu bara, Tidak Pakai BH, Sopir Truk Dilarang Operasi

LANAIJAMBI.COM JAMBI-  Pemprov dan Polda Jambi terus berupaya menertibkan angkutan batu bara di Jambi. Selain melakukan pembatasan jumlah angkutan yang beroperasi, 4.000  unit per hari (malam), mulai Senin 6 Januari 2023, juga segera menertibkan truk berplat (nopol) luar Jambi. Artinya yang boleh beroperasi hanya truk ber nomor polisi (nopol) Jambi alias plat BH.

Baca Juga:

39 Peserta Ikuti Seleksi Petugas haji Daerah Provinsi Jambi

Sebelumnya, jauh-jauh hari, pemerintah memang sudah mewanti-wanti truk batu bara yang beroperasi di Provinsi Jambi harus plat BH. Yang nopol luar Jambi dilarang operasi. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi mulai melakukan penertiban.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jambi Kombes Pol Dhafi, mengatakan mulai Senin 6 Februari 2023, pihaknya akan turun ke lapangan dalam rangka penertiban truk batu bara non BH. Pihaknya akan melakukan pengecekan di mulut-mulut tambang. Selain itu dengan sistem patroli oleh petugas di lapangan.

Menurut Dhafi, truk batu bara yang masih menggunakan plat non BH akan didata. Sopir truk pun diberi surat peringatan. Dia harus segera mengurus mutasi nomor polisinya menjadi plat BH. ‘’Penggunaan plat BH bagi truk batu bara ini sudah sesuai dengan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,’’ jelasnya.

Selain itu, lanjut Dhafi, penggunaan plat BH artinya juga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jambi." Dalam pemberlakukan ini nantinya petugas akan memeriksa apakah para sopir ini mempunyai surat lapor diri atau surat jalan dari Pemerintah," tambahnya.

Advertisement


News Ecosystem