Hotman 911, Jalan Terungkapnya Pembunuhan Santri di Tebo

Hotman 911, Jalan Terungkapnya Pembunuhan Santri di Tebo

Hotman 911, Jalan Terungkapnya Pembunuhan Santri di Tebo

LANAIJAMBI.COM , Tebo - Kasus kematian Airul Harahap (13), santri Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin di Rimbi Bujang,  Kabupaten Tebo 14 November lalu sudah terungkap.

Baca Juga:

kapal batu bara Tabrak pelabuhan Pelindo Jambi

 Polisi pun sudah menetapkan dua senior atau kakak kelas korban sebagai tersangka. Namun pihak keluarga masih menyimpan sejumlah pertanyaan.

Mereka menduga ada pihak lain yang ikut terlibat, mendisain seolah olah korban meninggal kesetrum listrik.

Baca Juga: Terungkap! Ternyata Santri di Tebo Meninggal Akibat Dipukul Dua Seniornya Pakai Kayu dan Diinjak, Ini Penyebab dan Kronologi Kejadiannya

Rifki Septino selaku kuasa hukum keluarga korban mengatakan, ada beberapa poin yang menjadi perhatian pihaknya pada press release yang dilakukan oleh Polda Jambi, Sabtu (23/3/2024).

"Pertanyaan kami, apakah benar ananda Airul ini dianiaya setelah itu disetrum, atau dianiaya tanpa disetrum atau setruman listrik ini hanya skenario," ujarnya.

Menurut Rifki, di dalam press release, Polisi menyampaikan bahwa Airul ini meninggal akibat perbuatan kedua orang tersangka  dan ditambah dengan adanya setruman listrik.

"Yang menjadi pertanyaan kami selaku kuasa hukum keluarga korban, mungkin tidak bisa terjadi perbuatan ini hanya dengan dua pelaku saja. Sementara  perbuatannya sangat keji dan tidak manusiawi," katanya.

Makanya, lanjut Rifki, pihaknya meminta pihak kepolisian membuka kepada masyarakat hasil autopsi yang sebenarnya supaya jelas.

Dari hasil autopsi yang disampaikan langsung oleh dokter forensik secara virtual saat rilis di Polda Jambi, tidak ditemukan penyebab kematian karena kesetrum listrik.

"Siapa yang mendesain skenario bahwa ananda Airul ini disetrum? Ini yang juga harus diungkap," katanya.

Sebelumnya, pihak Satreskrim Polres Tebo menerbitkan Laporan Polisi (LP) Tipe A. Laporan ini berguna  untuk melakukan penyelidikan terhadap dokter yang mengeluarkan hasil visum atau pemeriksaan awal terhadap korban.

Seperti yang disampaikan polisi, dalam kasus ini, ada tiga surat yang dikeluarkan oleh berbagai instansi dalam menentukan penyebab kematian korban. 

Pertama, hasil visum yang menyatakan korban tewas tersengat listrik dari Klinik Rimbo Bujang Medical Center. Kemudian dari RSUD Tebo dan terakhir hasil autopsi dari RS Bhayangkara Jambi.

Kasatreskrim Polres Tebo, Iptu Yoga Darma Susanto membernakan penerbitan LP Tipe A tersebut.

Menurut Iptu Yoga, pihaknya sudah melakukan proses penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi, mulai dari dokter yang melakukan visum terhadap korban atau pun perawat-perawat yang melihat proses visum atau pemeriksaan tersebut.

Selain itu, lanjut Yoga, pihaknya juga sudah meminta keterangan dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Tebo dan bidang hukumnya.

Rencanya pihaknya juga akan meminta keterangan ahli hukum pidana untuk memastikan apakah dalam hal surat yang dikeluarkan dokter dari Klinik Rimbo Bujang Medival Center itu ada unsur pidana atau hanya administrasi.

“Jadi prosesnya masih terus berjalan. Setelah semua proses pemeriksaan selesai, nanti akan kita tentukan bahwa dugaan pelanggaran ini mengarah ke pidana atau etik,” katanya.

Seperti diketahui, Dokter forensik RS Bhayangkaya,  dr Erni Situmorang yang mengautopsi  jenazah Airul Harahap (13),  menyatakan tidak ditemukan adanya luka kesetrum listrik pada tubuh korban.

Advertisement


News Ecosystem