Sumur Minyak Illegal Terbakar, Dua Bulan Api Masih Belum Padang

Sumur Minyak Illegal Terbakar, Dua Bulan Api Masih Belum Padang

Sumur Minyak Illegal Terbakar, Dua Bulan Api Masih Belum Padang

LANAIJAMBI.COM , Batanghari - Memasuki hari ke-46 sumur minyak ilegal yang meledak dan terbakar di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin, Desa Jebak kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batanghari, 9 Februari 2024 lalu belum juga padam.

Baca Juga:

Hotman 911, Jalan Terungkapnya Pembunuhan Santri di Tebo

Hingga hari ini ini, Selasa (26/3/2024) atau hampir dua bulan pasca kejadian, api masih berkobar dari sumur minyak ilegal tersebut.

 Pihak kepolisian dan Pertamina masih terus berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke kawasan hutan di sekitarnya.

Namun api yang keluar dan menyembur dari mulut sumur belum berhasil.di padamkan.

Masyarakat berharap pihak terkait segera memadamkan api tersebut agar mereka bisa berkebun lagi. Mereka juga khawatir, api akan merembet dan membakar lahan lebih luas lagi.

Informasinya pihak kepolisian dan Pertamina masih terus memantau dan berupaya mwmadamkan api. Namun belum juga berhasil.

Sebelumnya Kapolres Batanghari AKBP Bambang Purwanto mengatakan pihak pertamina masih terus berupaya memadamkan api yang keluar dari sumur minyak ilegal tersebut.

" Akses menuju lokasi sangat sulit. Ini jadi salah satu kendala melakukan pemadaman," katanya.

Polda Jambi sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini. Dua diantaranya sudah diamankan.

Satu orang lagi meninggal dunia. Sementara luas lahan yang terbakar akibat kejadian itu mencapai 10 hektar.

Sebelumnya Plt kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jambi Kompol Amin Nasution juga mengatakan  pihak kepolisian bekerja sama dengan Pertamina masih berupaya  melakukan pemadaman.

Advertisement


News Ecosystem