Dalam banyak kasus, masih ditemukan adanya ketidaksetaraan akses pendidikan bagi kaum perempuan. Jika perempuan memiliki akses pendidikan yang terbatas, mereka mungkin kurang mampu bersaing dalam politik.
Baca Juga:
Ketidaksetaraan kesempatan dalam dunia kerja dan bisnis dapat membuat perempuan kurang tertarik untuk memasuki dunia politik, karena mereka akan beranggapan bahwa berkarir di dunia politik adalah pertaruhan antara peluang dan resiko.
Kendati demikian, peluang perempuan untuk memperkuat posisi kesetaraan dalam berkontribusi melalui kursi parlemen masih terbuka lebar, diantaranya dengan upaya sebagai berikut:
Peningkatan kapasitas pengetahuan dan pengalaman. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang baik, perempuan dapat menguasai isu-isu politik dan sosial sebagai modal untuk menjadi calon yang lebih kuat dan berpengaruh.
Terlibat dalam organisasi sosial dan kemasyarakatan yang memperjuangkan isu-isu perempuan dan kesetaraan gender.
Mencari mentor yang berpengalaman dalam politik atau mencari dukungan dari organisasi perempuan.
Mengikuti pelatihan dan kursus politik yang dapat membantu memahami secara lebih baik proses politik dan strategi kampanye yang efektif.
Mulailah karir secara berjenjang, baik eksekutif maupun legislatif, mulai dari tingkat lokal sampai ke tingkat nasional.
Dengan memanfaatkan peluang-peluang ini dan berkomitmen untuk berkontribusi dalam dunia politik, perempuan dapat memainkan peran yang lebih besar dalam mencapai kesetaraan dalam kursi parlemen dan memengaruhi perubahan positif dalam kebijakan dan dinamika sosial. (Penulis adalah Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik)